Terkini: Bulan Saturnus Ternyata Mirip Bumi

Informasi Terkini- California, gambar terbaru bulan alami Saturnus, Titan, menunjukkan penampilan planet tersebut mirip Bumi. Pesawat antariksa Cassini menangkap gambar bahwa Titan memiliki kanal sungai, danau besar, bukit pasir besar, dan bukit proses geologi seperti Bumi.

Terkini: Bulan Saturnus Ternyata Mirip Bumi
Foto:NASA
Dilansir dari The Space Reporter, Sabtu (12/12/2015), Cassini harus membersihkan atmosfer tebal Titan dengan infrared untuk menyibak daratan. Foto-foto yang didapat kemudian digunakan untuk membuat komposit, gambar berwarna palsu yang menunjukkan permukaan Titan.

Sebagai bulan, Titan selalu terpenjara dengan planetnya yang artinya selalu menunjukkan wajah yang sama ketika menatap Saturnus. Gambar yang dikoleksi ini menunjukkan wajah Titan ketika menghadap Saturnus, termasuk ketika dua daerah bukit pasir terlihat gelap.

Gambar yang diambil pada 13 November pada jarak 10 ribu kilometer dari Titan ini menunjukkan bulan tersebut punya kawah muda sebagai dampak pergeseran tektonik, angin dan cairan. Ilmuwan NASA mendeskripsikan Titan benar-benar bulan yang berproses menjadi seperti Bumi.

Sekedar informasi, permukaan Titan bersuhu -179 derajat Celcius sehingga air apapun yang terlihat berada dalam bentuk batu es keras. Kendati demikian, Methan yang terbuat dari karbon dan hidrogen yang ada diatmosfer jatuh sebagai hujan air. Namun methan ini membuat asap oranye di permukaan Titan.

sumber

Capung Serangga yang Unik

Binatang ini salah satu serangga yang sering anda temui dimana anda berada, Capung merupakan serangga yang dapat anda dapatkan dimana saja dan binatang ini sangatlah unik serta memiliki keindahan dari segi warna. Seperti halnya lebah, kupu-kupu, capung juga dapat mengalami metamorfosis dalam perkembangan kehidupannya atau periode hidup dari capung.

Pada waktu saya kecil atau duduk dibangku SD saya naimai capung Helikopternya binatang, dikarenakan bentuknya seperti helikopter pada mukanya, dan kehidupan capung juga berbeda dengan yang dialami oleh kupu-kupu. Serangga kupu-kupu mengalami metamorfosis yang sempurna sedangkan capung sendiri mengalami metamorfosis yang tidak sempurna, dimana perkembangan yang dilaluinya dari telur yang diproduksi, kemudian menjadi larva dan pada akhirnya menjadi capung dewasa yang dapat terbang tanpa ada hambatan.

Di Indonesia sendiri capung memiliki perkembangan yang baik dimana negara ini merupakan negara beriklim teropis dan sehingga capung dapat ditemukan dimana saja anda erada.
Capung Serangga yang Unik

Keunikkan yang dapat anda lihat dari serangga capung adalah;

1. Serangga ini memiliki keunikkan tersendiri, dimaan capung merupakan salah satu serangga purba yang hidup dibumi sejak 300 juta tahun yang lalu serta sampai sekarang masih dapat ditemukan. Dan fosil capung terbesar yang pernah di temukan dibumi memiliki ukuran lebar saya lebih dari 3 meter.

2. Serangga ini merupakan serangga yang tergolong dalam Odonata dengan lebih dari 5000 spesies berbeda yang terbesar di seluruh penjuru dunia, dan di Indonesia sendiri dengan negara yang terluas serta terbesar yang pastinya memiliki banyak spesies capung yang beraneka ragam.

3. Capung akan menyimpan telurnya di dalam air agar pada saat mengalami proses maka capung akan hidup dengan sendirinya tanpa ada bantuan, setela telur itu menetas dan menjadi larva maka akan mengalami proses panjang menjadi capung yang indah dan dapat terbang.

4. Capung dianggap sebagai serangga yang ganas, dimana pada saat menjadi larva dia selalu memakan binatang disekitarnya tanpa ampun, dan pada saat menjadi capung serangga ini menjadi predator nyamuk.

5. Hidup capung tidak lama, hanya sekitar beberapa minggu saja dan kehidupan lamanya pada saat menjadi larva. Tujuan metamorfosis capung hanya mencari pasangan untuk menentukan kelangsungan hidupnya atau membuat keturunan.

6. Capung memiliki kecepatan terbang hingga 50 km/jam, dimana sayap capung bagian yang sangat membatu untuk terbang serta serangga yang memiliki manuvur terbang cepat.

7. Mata capung inilah yang membuat saya tertarik dari serangga ini, keunikan dan keindahan warnannya.

8. Capung  dapat ditemukan dimana saja.

Semoga artikel diatas dapat menambah ilmu pengetahuan anda mengenai berbagai macam binatang yang ada disekitar kita.

Status Terbaru - Gunung Slamet Tidak Perlu Menjadi " Awas"

Caraku SHARE Informasi (CSI), Purwokerto- Pakar vulkanologi, Surono mengatakan bahwa status Gunung Slamet yang wilayahnya meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, tidak perlu dinaikkan ke level yang lebih tinggi.

"Tidak perlu Awas (level IV Red). Ya seperti itu terus-terusanlah. Wong Slamet ya seperti Slamet enggak usah takutlah," katanya saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.


Selama berstatus "Siaga", kata dia, Gunung Slamet masih mengeluarkan sinar api, material-material atau lava pijar, abu vulkanik, suara dentuman, dan suara gemuruh yang merupakan ciri-ciri tipe letusan strombolian.

Berdasarkan data pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi dari Pos pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Selasa (9/9), pukul 18.00-00.00 wib, cuaca Gunung Slamet terang, teramati 183 kali sinar apa dengan ketinggian 50-900 meter, 59 kali lontaran material/lava pijar setinggi 200-300 meter dari puncak.

Selain itu, terdengar 57 kali suara dentuman dan 83 kali suara gemuruh sedang hingga kuat, sedangkan kegempaan terekam sembilan kali gempa embusan dan tremor menerus.

Pada rabu, pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Slamet tertutup kabut, saat terang teramati asap putih tebal hingga kecokelatan setinggi 100-300 meter, 148 kali sinar api dengan ketinggian 100-300 meter, 76 kali lontaran material/lava pijar setinggi 50-300 meter dari puncak.

Selain itu, terdengar 63 kali suara dentuman dan 5 kali suara gemuruh sedang hingga kuat, sedangkan kegempaan terekam 18 kali gempa letusan dan tremor menerus.

Pada pukul 06.00.12.00 WIB, cuaca Gunung Slamet terang, teramati 37 kali embusan asap putih tebal hingga kecokelatan dengan ketinggian 50-300 meter, serta terdengar 10 kali suara dentuman dan 37 kali suara gemuruh, sedangkan kegempaan terekam 91 kali gempa embusan dan tremor.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) pada 10 maret 2014, pikul 22.00 WIB, menaikan status Gunung Slamet dari "Aktif Normal" (level 1) menjadi "Waspada" (level II).

Peningkatan tersebut statusnya dilakukan karena aktivitas Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal itu, meningkat.

Oleh karena intensitas gempa atau letusannya semakin bertambah serta abunya semakin tinggi, PVMBG pada 30 April 2014, pukul 10.00 WIB, menaikan status Gunung Slamet dari "Waspada"(level II) menjadi (level III).

Selanjutnya, PVMBG menurunkan status Gunung Slamet dari "Siaga" menjadi "Waspada" pada sening, pukul 16.00 WIB, karena aktivitasnya cenderung menurun.

Akan tetapi, sejak pertengahan Juli 2014, Gunung Slamet kembali menunjukan peningkatan aktivitas, sehingga PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM kembali meningkatkan status Gunung tertinggi di Jawa Tengah itu, menjadi "Siaga" pada Selasa (12/8), pukul 10.00 WIB.(KR-SMT).

sumber :antaranews







Tips Mencegah Bahaya Dari Abu Vukanik

Masker
Abu vulkanik yang berasal dari letusan gunung berapi sangat berbahaya bagi kesehatan khususnya saluran pernafasan. Untuk mengatisipasi bahaya dari Abu Vulkanik, diharapkan bisa melakukan langkah-langkah pencegahan dari terhirupnya abu dan debu ke tubuh kita.

Berikut tips menghindari dari abu dan debu vulkanik :

1. Sobat harus beli dulu yang namanya masker, tujuan masker yang jelas untuk menutup hidung dan mulut agar debu dan abu tidak terhirup. Dengan adanya masker respirator yang bisa menyaring adanya partikel-partikel kecil agar debu tidak masuk dari samping hidung.

2. Gunakan Pakaian tertutup untuk melindungi kulit dan badan.

3. Jauhi lokasi tempat abu vulkanik berasal.

4.  Kurangi berkendara.

5. Tutup semua pintu dan jendela agar debu tidak masuk ke dalam rumah.

6. Gunakan pelindung mata agar tidak kena abu vulkanik yang berakibat iritasi pada mata.

7. Hindari meminum air yang terkena abu vulkanik.

Demikian tips dari caraku share untuk masyarakat indonesia yang sedang mengalami bencana alam, semoga selalu diberi kesehatan.



Material Vulkanik Berbahaya Bagi Kesehatan

Abu Vulkanik
Material vulkanik dari letusan gunung berapi sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama sistem pernafasan. Letusan gunung berapi mengandung berbagai material diantaranya dalam bentuk debu dan abu. Debu berukuran lebih kecil di bandingkan abu, ukuran abu kurang dari 10 mikron, apabila debu dan abu  sampai terhirup akan mengakibatkan beberapa gejala diantaranya Asma, Efek Akut, Efek Kronik dan Bronkitis.

Beberapa gejala yang muncul diantaranya :

Asma, merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran pernafasan yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang. Penyebab asma bisa dikarenakan akibat abu vulkanik yang terhirup tanpa sadar, sehingga lapisan saluran pernafasan menghasilkan lebih banyak sekresi dahak yang mengakibatkan batuk dan pernafasan lebih berat.


Efek Akut, terdiri atas iritasi saluran dan gangguan pernafasan, iritasi dimulai dari hubungan berlendir dan meler, sehingga korban mengalami sakit tenggorokan yang terkadang disertai batuk kering. Apabila terus berlanjut korban akan mengalami batuk verdahak, sesak pada pernafasan.

 Efek Kronik,  disebabkan pajanan abu vulkanik dalam waktu lama yang mengakibatkan penurunan fungsi paru. Pajanan itu biasanya memerlukan waktu tahunan hingga mengakibatkan PPOK. Selain PPOK abu juga mengakibatkan silikosis pada jaringan paru, dikarenakan penumpukan silika, yang merupakan kandungan dalam abu vulkanik.


Bronkitis,  merupakan penyakit akibat gangguang saluran pernafasan bawah di karenakan menghirup debu vulkanik dan dapat menyebabkan bronkitis akut. Serangan ini berlangsung selama beberapa hari dengan gejala batuk kering, dahak yang berlebihan, sesak pernafasan.

Pencegahan terhadap asma dapat dilakukan dengan cara merawat dan menjaga diri sebaik mungkin, asma bisa diatasi dengan olah raga ringan tetapi teratur akan meningkatkan kesegaran fisik, serta membuat otot jantung dan paru menjadi lebih kuat.

Semoga bermanfaat.

Sejarah Meletusnya Gunung Kelud, Jawa Timur

Caraku SHARE, Sejarah gunung Kelud merupakan gunung terkaktif nomor 2 di pulau jawa, terletak pada perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar dan Kabupaten Malang, kira-kira 27 km sebelah timur dengan ketinggian 1.731 di pusat Kota Kediri. Sejak tahun 1300 Masehi, gunung ini tercatat aktif meletus dengan waktu relatif pendek sekitar 9-25 tahun, letusan eksplosif cukup kuat baik yang terjadi pada pra sejarah maupun dalam masa sejarah manusia. Gunung Kelud meiliki 4 puncak diantaranya Puncak Kelud, Puncak Sumbing, Puncak Gajah Mungkur, dan Puncak Gedang.

Puncak-puncak yang sekarang merupakan sisa dari letusan besar pada masa lalu yang meruntuhkan bagian puncak purba, sehingga sisi barat daya runtuh yang mengakibatkan komplek kawah membuka. Akibat aktivitas tersebut tahun 2007 yang memunculkan kubah lava, danau kawah nyaris sirna dan tersisa semacam kumbangan air. Kekhasan dari gunung kelud adanya danau kawah akibat lahar yang sangat cair hingga akhir tahun 2007.

Gunung Kelud


Aktivitas Gunung Kelud pada Abad ke 15

Pada abad ke-15, Gunung kelud tercatat memakan korban kurang lebih 15.000 jiwa. dan telah merusak sampai 15.000 ha lahan prokduktif karena aliran lahar mencapai 38 km. Pada tahun 1586 gunung kelud telah melan korban lebih dari 10.000 jiwa. [1] Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 dan memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin yang menyapu pemukiman penduduk.

Pada abad ke-20, Gunung Kelud telah tercatat metus pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan pada tahun 1990. Dan pada tahun 2007 gunung kelud kembali meningkatkan aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahun bagi letusan gunung ini.

Letusan Gunung Kelud Pada Tahun 1919

Letusan ini termasuk yang paling mematikan karena menelan korban hingga 5.160 jiwa, merusak sampai 15.000 ha lahan produktif karena aliran lahar mencapai 38 km, meskipun dikali Badak telah dibangun sebuah bendungan penahan lahar pada tahun 1905, selain itu Hugo Cool pada tahun 1907 juga telah ditugaskan melakukan penggalian saluran melalui pemalang/dinding kawah bagian barat. Usaha itu telah berhasil mengelurkan air 4.3 juta meter perkubik.
Karena letusan inilah kemudian dibangun sistem saluran terowongan pembuangan air danau kawah, dan selesai pada tahun 1926. Secara keseluruhan dibangun tujuh terowongan, pada masa setelah kemerdekaan dibangun terowongan baru setelah letusan tahun 1966, 45 meter dibawah terowongan lama. Terowongan yang selesai pada tahun 1967 itu diberi nama terowongan Ampera, saluran ini berfungsi mempertahankan volume danau agar danau kawah tetap 2.5 juta meter kubik.

Letusan Gunung Kelud Pada Tahun 1990

Letusan Gunung Kelud tahun 1990, berlangsung selama 45 hari yaitu 10 Februari 1990 sampai 13 Maret 1990. Pada letusan ini, gunung kelud memutahkan 57.3 juta meter kubik material vulkanik. Lahar dingin menjalar sekitar 24 kilometer dari danau kawah melalui 11 sungan yang berhulu digunung itu. Letusan ini sempat menutup terowongan Ampera dengan material vulkanik, proses normalisasi baru selesai tahun 1994.
Letusan Gunung Kelud Pada Tahun 2007

Aktivitas gunung kelud ini meningkat pada akhir september 2007 dan masih terus berlanjut hingga November tahun yang sama, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih kerus. Status awas dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung ( kurang lebih 135.00 jiwa ) yang tinggal dilereng gunung tersebut harus mengungsi, namun letusan tidak terjadi.

Setelah sempat agak mereda, aktivitas gunung kelud kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada tanggal 3 November 2007, sekitar pukul 16.00 suhu air danau melebihi 74 derajat celcius, jauh diatas normal gejala letusan sebesar 40 derajat celcius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar ( lebih dari 35 mm ) menyebabkan petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan.

Akibat aktivitas tinggi tersebut terjadi gejala unik dalam sejarah kelud dengan munculnya asap tebal putih dari tengah danau kawah diikuti dengan kubah lava dari tengah-tengah danau kawah sejak tanggal 5 November 2007 dan terus tumbuh hingga berukuran selebar 100m. Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan tahun 1990, sejak peristiwa tersebut aktivitas pelepasan energi semakin berkurang dan tanggal 8 November 2007 status kelud diturunkan menjadi siaga tingkat 3.

Danau kawah gunung kelud praktis "hilang" karena kemunculan kubah lava yang besar, yang tersisa hanyalah kolam kecil berisi air keruh berwarna kecoklatan disisi seletan kubah lava, kaitan sejarah dan budaya.

Letusan Gunung Kelud Pada Tahun 2014

Letusan 2014 telah diketahui sejak akhir tahun 2013 oleh PVMBG dan ditanggapi dengan peningkatan status waspada level 2 tanggal 10 Februari status kembali meningkat menjadi level 3 Kawasan sekitar puncak kawah telah disterilkan sekitar 5 km dari titik puncak kawah. Pada tanggal 13 Februari pukul 21 diumumkan status bahaya tertinggi dengan level 4, dengan radius 10 km dari puncak harus dikosongkan dari manusia. belum  sempat pengungsian dilakukan, pukul 22.40 telah terjadi letusan dengan tipe ledakan eksplosif. Dan suara ledakan dilaporkan hingga terdengar sampai kota Yogyakarta ( 200 km ), bahkan purbalingga ( lebih kurang 300 km ), dan Jawa Tengah. 

Kamis 13 Februari 2014 malam, Gunung Kelud kembali meletus sekitar pukul 22.55 wib, dan ribuan warga mengungsi ke penampungan. Hujan batu dan petir melanda hingga dini hari tadi hingga kawasan jawa tengah terkena dampak dari letusan tersebut. Kota Kediri menjadi lokasi terdekat terkena dampak dari muntahan abu vulkanik sejak Kamis malam, para pengungsi sementara di tempatkan di Kantor Kecamatan Wates. Gunung Kelud kembali meletus pada pukul 23.29 wib, dengan disusul hujan batu ke Pare, Kediri.





 

Copyright © 2013. caraku SHARE - All Rights Reserved